Happy With The Grateful
Namaku
Keyla, usiaku baru enam belas tahun. Aku anak remaja biasa seperti kalian.
Hanya saja aku sedikit berbeda, aku terlahir kedunia ini dengan kondisi buta. Aku tidak seperti kalian , aku belum pernah
melihat semua keindahan yang sudah kalian lihat di dunia ini .
Coba tutup mata kalian
satu menit saja, apa yang kalian lihat? Gelap? Iya itulah yang ku lihat sejak lahir.
Hanya kegelapan.
Sekarang coba bayangkan , bayangkan jika kalian saat ini ada di malam yang dingin dan sepi, dan kalian berada di sebuah tempat. Sebuah tempat tanpa lampu atau satu lilinpun, tempat yang sangat gelap ,dan kalian berada disana sendirian!!
Apa yang kalian rasakan? Takut? Iya, ketakutan itulah yang selama ini sudah bertahun tahun ku rasakan, semuanya terasa sunyi dan sepi , rasanya seperti sendirian seakan tenggelam dalam kegelapan.
Aku sering merasa iri dengan kalian, aku sangat iri dengan kalian yang sempurna , kalian bisa dengan bebas melihat apapun yang ingin kalian lihat.
Apa yang kalian rasakan? Takut? Iya, ketakutan itulah yang selama ini sudah bertahun tahun ku rasakan, semuanya terasa sunyi dan sepi , rasanya seperti sendirian seakan tenggelam dalam kegelapan.
Aku sering merasa iri dengan kalian, aku sangat iri dengan kalian yang sempurna , kalian bisa dengan bebas melihat apapun yang ingin kalian lihat.
# 9 September 2018
Pagi
itu Ayah dan Bunda mengajakku ke sebuah panti asuhan, seperti biasa mereka memberi santunan pada anak-anak
yatim yang ada disana. Aku hanya duduk di dekat teras sambil merenung sendirian .
Beberapa saat kemudian tiba-tiba terdengar suara seorang gadis kecil yang memanggil
namaku.
"Kak
Keyla?" ucapnya dengan lembut.
Aku sempat
kaget, Aku tidak tau siapa yang memanggilku , karena aku pun tak bisa
melihatnya. Dia lalu memperkenalkan dirinya.
"Hay kak,
namaku Aqila. Maaf sebelumnya telah mengagetkanmu. Tapi...Bolehkah aku bertanya
padamu kak?"
"Iya ,
boleh" jawabku.
"Sebenarnya
setiap keluarga kakak datang kemari, Aku diam-diam selalu memperhatikan kakak.
Kenapa kakak selalu terlihat murung?" tanya gadis kecil itu padaku .
"Kau bisa
melihatku kan? Kau pasti tahu kondisiku. Aku tak punya sepasang mata untuk bisa
melihat sepertimu". jawabku padanya.
" iya,
lantas kenapa kak?
Aku juga punya keterbatasan seperti kakak.
Aku memang
bisa melihat, tapi aku tak punya sepasang kaki ataupun tangan, aku lumpuh sejak
lahir.
Aku tidak bisa
bergerak bebas seperti kakak . kakak masih punya kaki yang bisa kakak pakai
kemanapun kakak pergi .
Asalkan kakak
tau, aku juga ingin sekali merasakan bagaimana rasanya berjalan walaupun hanya
satu langkah.
Aku ingin merasakan punya sepasang tangan yang
bisa aku gunakan untuk memeluk kedua orang tuaku, tapi sayangnya kedua orang
tuaku sekarang sudah meninggal karena kecelakaan waktu itu."
dia mengatakan
hal itu hingga air mata mulai jatuh dipipinya.
"Kecelakaan?
" tanyaku ingin tahu.
Dalam hati sebenarnya aku merasa malu mendengar penjelasan dari gadis kecil itu.
Dalam hati sebenarnya aku merasa malu mendengar penjelasan dari gadis kecil itu.
"Iya kak,
kecelakaan yang terjadi satu tahun yang lalu.
Waktu itu aku ingin berkunjung ke sebuah kebun
binatang, ayah dan ibu menuruti permintaan
ku itu. Tapi tak disangka dalam perjalanan
kesana. Mobil ayah menabrak sebuah Truk. Dalam kecelakaan itu aku beruntung hanya mengalami luka ringan,
tapi ada hal yang tak bisa aku lupakan waktu itu , hal itu adalah ketika aku
melihat darah mengalir dengan deras dari tubuh ayah dan ibuku , mata mereka
sudah terpejam,
seandainya
saja aku punya kaki, pasti aku bisa berlari menyelamatkan mereka. seandainya
saja aku punya tangan, pasti aku bisa
memeluk mereka untuk yang terakhir kalinya .
disana aku hanya bisa diam, tak bisa melakukan
apapun untuk mereka. Aku hanya bisa menangis melihat mereka tergeletak penuh
darah, aku melihat kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi tewas dihadapanku , aku tak bisa melakukan apapun
karena aku lumpuh,
aku merasa
sangat malu pada diriku yang tidak berguna ini, aku merasa bersalah pada ayah dan ibu yang telah
membesarkanku.
tapi apa yang
aku lakukan untuk mereka ? aku bahkan tak bisa berbuat apapun hingga mereka
menghembuskan nafas terakhirnya .
tapi aku
mencoba untuk tetap semangat menjalani hidupku yang sekarang. Aku bersyukur
karena setidaknya Tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup , kakak juga
harus tetap semangat. Jangan bersedih..kakak berhak bahagia " ucapnya
dengan tulus.
Dia
masih menangis . sebenarnya Hati kecilku juga menangis mendengar semua cerita
menyedihkan itu, aku tak bisa membayangkan bagaimana jika aku yang ada
diposisinya. Pasti aku tidak akan mampu seperti dia.
Aku
langsung memeluknya supaya dia bisa merasa sedikit tenang. Tapi tiba-tiba ayah
dan bunda mengajakku untuk segera pulang. Aku kemudian berpamitan pada Aqila.
Sejak hari
itu, aku sadar bahwa ada banyak orang yang hidupnya lebih sulit daripada aku.
# 12 September
2018
Tak
terasa seminggu lagi adalah hari ulang tahunku , Ayah dan Bunda
memberikanku sebuah kertas. Mereka menyuruhku untuk menuliskan hadiah apa yang ku inginkan di
hari ulang tahunku yang ke tujuh belas tahun.
Jika
kalian jadi aku, apa yang akan kalian tulis? HP keluaran terbaru? Montor?
Mobil? Baju bagus? Sepatu? Tas? Perhiasan?
Tidak.. Aku sama sekali tidak
memerlukan semua itu.
Aku cukup
menulis satu keinginan kecilku disana
"Aku
tidak ingin hadiah apa-apa dari kalian.
Bagiku , punya
seorang Ayah dan Bunda seperti kalian sudah menjadi kebahagiaan terbesarku.
Satu harapan
kecilku. Aku hanya ingin ayah dan bunda tetap sehat agar bisa selalu menemaniku .
seandainya ada
sebuah keajaiban, aku
ingin sekali bisa melihat kalian dengan
kedua mataku ,
aku ingin membuat kalian bahagia sebelum suatu saat nanti kalian pergi meninggalkanku sendirian di dunia ini,ketika kalian pergi
ke syurga untuk selamanya ".
Hanya itu yang
dapat kutuliskan untuk mereka .
Ayah dan Bunda menangis dan memelukku setelah membacanya.
Aku
memang terlahir buta, Tapi aku masih beruntung karena masih punya keluarga yang
sangat menyayangiku,setidaknya aku punya Ayah dan Bunda yang selalu ada
untukku.
Sadarlah.. saat kau terus mengeluh tentang hidupmu ,
diluaran sana ada banyak orang yang lebih menderita darimu, bahkan mungkin
mereka ingin berada di posisimu.
Bisa saja hidup yang selalu kau keluhkan itu adalah hidup yang orang lain inginkan .Ingatlah Jika kita mampu bersyukur dengan apapun yang kita punya , maka hidup akan selalu terasa bahagia .
Bisa saja hidup yang selalu kau keluhkan itu adalah hidup yang orang lain inginkan .Ingatlah Jika kita mampu bersyukur dengan apapun yang kita punya , maka hidup akan selalu terasa bahagia .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar