I Just Need a
Little Attention
Derasnya hujan mungkin bisa membuat tanah yang ada didaratan tinggi jatuh
merosot kebawah, namun hujan tak akan mampu mengilangkan rasa duka nan lara.
Mungkin itulah yang menggambarkan kisah seorang gadis bernama Rosa , yang hidup
dengan ibu dan kedua kakaknya.
Tok tok tok
"Kakak?"
ucap Rosa.
Gadis cilik itu berjalan menghampiri sang kakak,menghambur kedalam pelukan
kakaknya yang sedang duduk dikursi roda .
"Rosa,
kalo kamu enggak mau ngelakuin ini,maka tolong jangan lakuin semua ini! Kakak rela
meninggal dari pada ngelihat kamu menderita". Ujar sang kakak sambil
mengelus rambut sang adik.
Dalam hatinya
dia bicara.
“Andai kau
tau,aku menangis bukan karena ginjal kiriku yang akan diambil. Tapi aku
menangis, menangis karna merasa prihatin akan nasib hidupku. Setelah sekian banyak
yang ku korbankan untuknya mulai dari hati,jantung hingga ginjal. Namun semua terasa
tak ada apa-apanya.”
Rosa merasa
elusan dikepalanya terhenti. Ia menoleh kebelakang.
"Kakak!!"
teriaknya kaget melihat sang kakak pingsan diatas kursi roda
"TOLONG!
Tolong! Kakak bangun! Kakak bangun! Aku mohon "
Ibunya lalu
datang
"Rosa,
kamu apakan kakamu?!"sang ibu memeluk tubuh Nina yang tak berdaya
"Rosa!
Jawab kau apakan kakakmu?!"
Rosa menggeleng
"aku tidak melakukan apa-apa ibu,
aku bersumpah"
ucapnya
berlinang air mata.
"BOHONG!!
Kau pasti menyakitinya,Rosa kenapa kmu lakukan semua ini? Dia kakakmu! Kenapa ?
Kalau kamu tak ingin memberikan ginjalmu pdanya ya bilang saja! Jangan
menyakitinya seperti ini! Ibu kecewa padamu!"
sang ibu pergi
meninggalkan Rosa yang tertunduk lemas dilantai.
"kakak juga
kecewa padamu!"ucap kak Yoga sambil membopong tubuh Nina.
Rosa
tertunduk,air mata jatuh membasahi pipinya. Dalam hatinya dia bicara.
“Ibu apakah kau
akan melakukan hal yang sama bila aku yang berada diposisi kak Nina?
Ibu,bukankah
aku juga anakmu? lantas mengapa kau tak pernah peduli padaku?aku memang tak
sehebat kak Yoga yg mampu mendapat beasiswa dijepang,aku juga tak secantik kak
Nina ,tapi aku ini anakmu! Aku juga darah dagingmu! Bukankah aku juga pantas
mendapat pelukanmu? Bukankah aku juga pantas mendapat kasih sayangmu? Lantas kemana
semua itu?!”
#Ruang Operasi
"Rosa ,ibu
mohon, ibu mohon berikan ginjalmu untuk kakakmu Nina! ibu tau kau sudah
memberikan semuanya.tapi ibu mohon satu kali ini saja! Tolong berikan ginjalmu!
ibu mohon!". Sang ibu menggenggam erat kedua tangan Rosa
"ibu
mohon" sang ibu memeluk erat tubuhnya.
Dalam hatinya
Rosa ingin menangis .
”Pelukan ini?
Pelukan yang slalu kuimpikan.tapi aku tak mau kau menyayangiku karena aku
memberikan ginjalku pada kak Nina. Aku ingin kau menyayangiku ! Aku ingin kau
menyayangiku tulus dari hatimu bukan karena perngorbananku.”
"Maaf bu,tapi
aku tak bisa". Rosa melepaskan pelukannya
"aku tak
akan pernah memberikan ginjalku padanya, maaf"
"Apa kamu
bilang??"PLAK!!
Rosa
mendapatkannya tamparan dipipinya
"dasar anak durhaka! Pergi kau! Mulai
saat ini kau bukan anakku lagi!"
"Ibu"
"Aku bukan
lagi ibumu!"ucap sang ibu berjalan menjauh
"kakak?"
"Kaka
kecewa padamu"ucap kak yoga kemudian melangkah menjauhinya
"Tuhan !! tak sadarkah mereka? Sadarkah
mereka bila aku terluka? Tak taukah kalian rasa sakit yang ku terima?rasa sakit
saat jarum,gunting dan alat-alat lainnya menggores kulitku. Lalu pernahkah kalian
tersenyum ataupun menengokku saat aku tersadar setelah melakukan operasi. Yang
ada dalm pikiran kalian hanya kak Nina, tak pernah ada aku! Rosa tak akan pernah
menggantikan kak Nina dihati kalian semua'
#21 Desember 2018
Semua orang berada
di sebuah ruangan bernuansa putih. Operasi pencangkokan ginjal telah terlewati
"Ibu
merasa bahagia,ibu sangat brterima kasih kepada orang yang dengan suka rela
memberikan ginjalnya padamu" ucap sang ibu pada Nina.
"Apa maksud
ibu? Mana Rosa? Bukankah hari ini adalah hari ultah aku dan Rosa, ini hari
ultah kita berdua ?ibu ,mana Rosa?"
"Ibu tak
tau"
"Maaf
nyonya,sebenarnya non Rosa sudah meninggal" ucap sang bibi.
"ini surat
dari beliau"sang bibi memberikan sebuah surat. sang ibu membuka lalu
membacanya dengan keras.
“Dear semuanya
Hai ibu , hai
kak Yoga,hai kak Nina?kalian baik-baik aja kan? Gimana operasinya? Berjalan
lancarkan? Ka Nina,gimana ginjalnya? Cocokkan?iya kan?
Sebelumnya ,aku
mau ngucapin trimakasih sama ibu.
Ibu,makasih
udah mau ngelahirin Rosa. Makasih selama ini mau ngebesarin Rosa.
Ibu, Rosa tau Rosa
engga sehebat kak Yoga , Rosa juga enggak secantik kak Nina.
Tapi Rosa juga
anak ibu.
Rosa juga pengen
dipeluk
Rosa juga pengen
dapet ucapan selamat kalo Rosa dapet juara dikelas. Rosa selalu ngrasa iri sama
kak Yoga ataupun kak Nina yang slalu dapet perhatian lebih dari ibu.
Ibu , Rosa pengen
ibu meluk Rosa. Rosa pengen ibu nyium pipi Rosa.
Ibu , Rosa sayang
banget sama ibu. Rosa bahagia pas ibu meluk Rosa waktu dirumah sakit waktu itu.
Ibu , Rosa
sayaaaang banget sama ibu. Ginjal yang aku berikan buat kak Nina itu hadiah
ulang tahun dari aku buat kak Nina.
Selamat tinggal
semuanya ,makasih udah mau jadi keluarga Rosa. Rosa sayang ibu, kak Yoga juga
kak Nina.”
Sang ibu kemudian
menangis dan memeluk erat jenazah Rosa yang sudah terbaring dikamar jenazah. Didekap
, diciumnya berkali-kali wajah anaknya itu.
" Rosa
,ibu sayang sama kamu nak. Maafin ibu karna ibu udah ngelupain kamu, ibu menyesal
karena ibu sama sekali tak pernah memberikan perhatian dan kasih sayang buat
kamu.ibu merasa bodoh. bagaimana mungkin
ibu menyia-nyiakan malaikat kecil yang sudah Tuhan berikan. Rosa maafin ibu
sayang" ucapnya tulus.
Penyesalan
memang selalu datang terlambat.
Kasih ibu
sepanjang masa. Namun ada kalanya kasih itu tertutup oleh egonya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar