Minggu, 13 Mei 2018

Cerpen

I Just Need a Little Attention


Derasnya hujan mungkin bisa membuat tanah yang ada didaratan tinggi jatuh merosot kebawah, namun hujan tak akan mampu mengilangkan rasa duka nan lara.
Mungkin itulah yang menggambarkan kisah seorang gadis bernama Rosa , yang hidup dengan ibu dan kedua kakaknya.

Tok tok tok
"Kakak?" ucap Rosa.

Gadis cilik itu berjalan menghampiri sang kakak,menghambur kedalam pelukan kakaknya yang sedang duduk dikursi roda .
"Rosa, kalo kamu enggak mau ngelakuin ini,maka tolong jangan lakuin semua ini! Kakak rela meninggal dari pada ngelihat kamu menderita". Ujar sang kakak sambil mengelus  rambut sang adik.

Dalam hatinya dia bicara.
“Andai kau tau,aku menangis bukan karena ginjal kiriku yang akan diambil. Tapi aku menangis, menangis karna merasa prihatin akan nasib hidupku. Setelah sekian banyak yang ku korbankan untuknya mulai dari hati,jantung hingga ginjal. Namun semua terasa tak ada apa-apanya.”

Rosa merasa elusan dikepalanya terhenti. Ia menoleh kebelakang.

"Kakak!!" teriaknya kaget melihat sang kakak pingsan diatas kursi roda
"TOLONG! Tolong! Kakak bangun! Kakak bangun! Aku mohon "

Ibunya lalu datang
"Rosa, kamu apakan kakamu?!"sang ibu memeluk tubuh Nina yang tak berdaya
"Rosa! Jawab kau apakan kakakmu?!"
Rosa menggeleng  "aku tidak melakukan apa-apa ibu, aku bersumpah"
ucapnya berlinang air mata.
"BOHONG!! Kau pasti menyakitinya,Rosa kenapa kmu lakukan semua ini? Dia kakakmu! Kenapa ? Kalau kamu tak ingin memberikan ginjalmu pdanya ya bilang saja! Jangan menyakitinya seperti ini! Ibu kecewa padamu!"
sang ibu pergi meninggalkan Rosa yang tertunduk lemas dilantai.

"kakak juga kecewa padamu!"ucap kak Yoga sambil membopong tubuh Nina.

Rosa tertunduk,air mata jatuh membasahi pipinya. Dalam hatinya dia bicara.
“Ibu apakah kau akan melakukan hal yang sama bila aku yang berada diposisi kak Nina?
Ibu,bukankah aku juga anakmu? lantas mengapa kau tak pernah peduli padaku?aku memang tak sehebat kak Yoga yg mampu mendapat beasiswa dijepang,aku juga tak secantik kak Nina ,tapi aku ini anakmu! Aku juga darah dagingmu! Bukankah aku juga pantas mendapat pelukanmu? Bukankah aku juga pantas mendapat kasih sayangmu? Lantas kemana semua itu?!”



#Ruang Operasi


"Rosa ,ibu mohon, ibu mohon berikan ginjalmu untuk kakakmu Nina! ibu tau kau sudah memberikan semuanya.tapi ibu mohon satu kali ini saja! Tolong berikan ginjalmu! ibu mohon!". Sang ibu menggenggam erat kedua tangan Rosa
"ibu mohon" sang ibu memeluk erat tubuhnya.

Dalam hatinya Rosa ingin menangis .
”Pelukan ini? Pelukan yang slalu kuimpikan.tapi aku tak mau kau menyayangiku karena aku memberikan ginjalku pada kak Nina. Aku ingin kau menyayangiku ! Aku ingin kau menyayangiku tulus dari hatimu bukan karena perngorbananku.”

"Maaf bu,tapi aku tak bisa". Rosa melepaskan pelukannya
"aku tak akan pernah memberikan ginjalku padanya, maaf"

"Apa kamu bilang??"PLAK!!
Rosa mendapatkannya tamparan dipipinya
 "dasar anak durhaka! Pergi kau! Mulai saat ini kau bukan anakku lagi!"
"Ibu"
"Aku bukan lagi ibumu!"ucap sang ibu berjalan menjauh
"kakak?"
"Kaka kecewa padamu"ucap kak yoga kemudian melangkah menjauhinya

"Tuhan !! tak sadarkah mereka? Sadarkah mereka bila aku terluka? Tak taukah kalian rasa sakit yang ku terima?rasa sakit saat jarum,gunting dan alat-alat lainnya menggores kulitku. Lalu pernahkah kalian tersenyum ataupun menengokku saat aku tersadar setelah melakukan operasi. Yang ada dalm pikiran kalian hanya kak Nina, tak pernah ada aku! Rosa tak akan pernah menggantikan kak Nina dihati kalian semua'

#21 Desember 2018
Semua orang berada di sebuah ruangan bernuansa putih. Operasi pencangkokan ginjal telah terlewati

"Ibu merasa bahagia,ibu sangat brterima kasih kepada orang yang dengan suka rela memberikan ginjalnya padamu" ucap sang ibu pada Nina.
"Apa maksud ibu? Mana Rosa? Bukankah hari ini adalah hari ultah aku dan Rosa, ini hari ultah kita berdua ?ibu ,mana Rosa?"
"Ibu tak tau"

"Maaf nyonya,sebenarnya non Rosa sudah meninggal" ucap sang bibi.
"ini surat dari beliau"sang bibi memberikan sebuah surat. sang ibu membuka lalu membacanya dengan keras.

“Dear semuanya
Hai ibu , hai kak Yoga,hai kak Nina?kalian baik-baik aja kan? Gimana operasinya? Berjalan lancarkan? Ka Nina,gimana ginjalnya? Cocokkan?iya kan?
Sebelumnya ,aku mau ngucapin trimakasih sama ibu.
Ibu,makasih udah mau ngelahirin Rosa. Makasih selama ini mau ngebesarin Rosa.
Ibu, Rosa tau Rosa engga sehebat kak Yoga , Rosa juga enggak secantik kak Nina.
Tapi Rosa juga anak ibu.
Rosa juga pengen dipeluk
Rosa juga pengen dapet ucapan selamat kalo Rosa dapet juara dikelas. Rosa selalu ngrasa iri sama kak Yoga ataupun kak Nina yang slalu dapet perhatian lebih dari ibu.
Ibu , Rosa pengen ibu meluk Rosa. Rosa pengen ibu nyium pipi Rosa.
Ibu , Rosa sayang banget sama ibu. Rosa bahagia pas ibu meluk Rosa waktu dirumah sakit waktu itu.
Ibu , Rosa sayaaaang banget sama ibu. Ginjal yang aku berikan buat kak Nina itu hadiah ulang tahun dari aku buat kak Nina.
Selamat tinggal semuanya ,makasih udah mau jadi keluarga Rosa. Rosa sayang ibu, kak Yoga juga kak Nina.”

Sang ibu kemudian menangis dan memeluk erat jenazah Rosa yang sudah terbaring dikamar jenazah. Didekap , diciumnya berkali-kali wajah anaknya itu.
" Rosa ,ibu sayang sama kamu nak. Maafin ibu karna ibu udah ngelupain kamu, ibu menyesal karena ibu sama sekali tak pernah memberikan perhatian dan kasih sayang buat kamu.ibu merasa  bodoh. bagaimana mungkin ibu menyia-nyiakan malaikat kecil yang sudah Tuhan berikan. Rosa maafin ibu sayang" ucapnya tulus.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Kasih ibu sepanjang masa. Namun ada kalanya kasih itu tertutup oleh egonya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen

Selembar Surat Wanita jahat itu, dia masih saja begitu egois, bahkan dia masih bisa merasa senang saat suaminya meninggal. Syukurla...