Senin, 14 Mei 2018

Cerpen

Simpul Waktu


Kalau saja dulu… kenapa aku tidak melakukan itu saja di masa laluku dulu.

Itulah yang selalu ada di pikirkanku, ada sebuah penyesalan. Kenapa? Karena banyak masalah semenjak aku ada di SMK ini. Rasanya aku ingin sekali kembali ke SMP. 

Sekali saja waktu itu bisa terulang. Aku pasti bisa mengubah hal-hal untuk mencegahku terjerumus dalam masalah seperti sekarang ini.

Aku sedang berjalan sepulang sekolah sambil berfikir tentang masalahku. Aku memang berjalan pulang sendiri. Tanpa teman. Teman-teman di kelasku menjauhiku. Namun aku sudah terbiasa. Jadi aku tetap berjalan menyusuri jalanan ini. Sore hari yang melelahkan, ah.. mungkin karena lelah aku jadi mengeluh seperti ini.

Sore itu aku melihatnya lagi, seekor kucing yang akhir-akhir ini selalu terlihat muncul di rumah kosong itu, entah mengapa dia selalu berada di tempat yang sama saat aku melihatnya dalam perjalanan pulang, 

aku menoleh ke belakang karena terdengar suara sirine dari arah belakang, tidak ada apa apa.
 Saat ku lihat kembali kucing itu, tiba-tiba ia berlari ke arahku, aku terkejut, dia seperti akan mencakarku. Aku melompat menjauh menghindarinya,

 tiba-tiba terdengar suara rem berdecit, setelah aku menyadari ternyata aku sudah berada di tengah jalan, untung saja,  aku hampir tertabrak mobil pemadam kebakaran. Jantungku berdebar-debar, pengemudi mobil itu pun melanjutkan perjalanannya, aku pun juga berjalan pulang.

Mana tadi kucing  yang mengagetkanku? aku tidak melihatnya lagi.
Belum lama aku berjalan, aku melihat beberapa orang berkerumun membicarakan sesuatu di jalan yang biasanya sepi ini. Aku sempat mendengarkan sedikit samar pembicaraannya saat melintas di dekat mereka. 

Aku tidak terlalu peduli, tetapi saat aku melihat salah seorang menunjuk ke suatu arah, aku baru menyadari

“ Hah? sejak kapan aku tidak menyadari ada asap tebal membumbung di sana? Tunggu, bukankah itu arah rumahku? 

Aku pun langsung berlari menuju rumahku. Banyak mobil pemadam kebakaran berhenti di depan pintu masuk gang rumahku, sepertinya mobil mereka terlalu besar untuk bisa masuk ke dalam. 

Banyak orang berjejal di sana, aku pun menerobos masuk ke gang rumahku. Perasaanku tidak karuan, entah kesialan apa ini, rasanya mau copot jantungku.

rumahku terbakar, bukankah keluargaku ada di dalam? Apakah mereka sudah keluar? tidak, aku tidak melihatnya tadi di luar. Aku mendengar petugas pemadam yang berkata kepada rekannya,

“Masih ada orang di dalam”

Aku sampai tidak bisa bertanya kepada petugas itu, bibirku terasa bergetar, pikiranku hanya tertuju pada keluargaku. Ibu? Kau masih di dalam?

Tanpa berpikir sama sekali aku langsung berlari memasuki rumah yang penuh dengan kobaran api, sepertinya petugas itu memanggilku tetapi aku tidak mendengarnya, mungkin karena pikiranku hanya tertuju pada keluargaku. 

Di dalam terasa sangat panas dan sesak, aku menuju ruang tengah, susahnya bukan main, rasanya tubuh ini sudah ingin menyerah. Aku tidak bisa bernapas, pandanganku kabur, ternyata aku sudah terbaring di lantai, bukannya tadi aku sedang berlari? 

Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku, sepertinya ini akhir hidupku, menyedihkan sekali. Bahkan aku belum selesai dengan masalahku. Tanpa ku sadari aku sudah terpejam.


#simpul waktu
“Kak! Kak!” sepertinya suara adikku.

“iya!” ucapku saat mulai membuka mata.

“Loh, malah ketiduran, gimana sih? Ini gimana Kak caranya?”  itu suara adikku.

Apa ini?  Sepertinya aku baru saja terbangun dari tidur di sofa, 

apakah kebakaran tadi cuma mimpi? Tapi terasa begitu nyata, apa mungkin karena aku kelelahan di hari yang menyebalkan ini. Tapi apa yang sedang ku lakukan sekarang?

 Adikku berteriak lagi.
“Kak? Belum bangun ya? 
Kok cuma bengong gitu?
 Gimana soal ini? 
Besok tugas ini harus dikumpulkan ke Bu Ina,
 Kakak tahu kan Bu Ina itu gimana kalau soal tugas?

” Hah? Bu Ina? Bukannya itu guru SD nya adikku?” 
seketika aku menjadi bingung .

“Tugas apa Dik? 
Bukannya sudah nggak ketemu Bu Ina lagi? 
Memangnya sekarang Bu Ina pindah mengajar SMP?”

“Bicara apa sih Kakak? 
Lagi ngelantur ya? 
Bu Ina enggak mengajar SMP-lah, kan dia guru SD-ku, gimana sih?” ucap adikku.

“ Loh? Tunggu, sekarang kapan?”.
Aku berdiri tersentak, adikku sedikit takut, mungkin karena ekspresi wajahku. 

Aku melihat sekeliling, seperti orang kebingungan. Sudah ku pastikan, setelah melihat HP dan yang lainnya sepertinya aku kembali ke masa lalu.

Sepertinya aku kembali ke waktu aku kelas 2 SMP, aku tidak percaya.

 “Apakah aku sudah mati? 
Kebakaran itu nyata kan? 
Tunggu, bukankah ini yang ku inginkan?
 Penyesalanku selama ini dan aku kembali ke masa SMP ini, bukankan ini keluhanku tadi saat berjalan pulang?
 Ini adalah kesempatanku! 
Akan ku perbaiki semua hal yang seharusnya ku lakukan,
 aku sangat senang. aku pun kembali ke adikku dan meminta maaf untuk tadi.

“Tadi sepertinya Kakak terbawa mimpi aneh haha,”

 Beberapa hari telah berlalu, ku jalani saat-saat ini dengan mudah, kejadian yang terjadi pun sama seperti yang ada di masa lalu dan ingatanku dulu. 
Pelajaran pun sangat mudah karena hanya pelajaran SMP, sepertinya aku bisa menjadi ranking 1 di sini haha, tapi akan aneh jika itu ku lakukan.

Tak terasa semenjak berulangnya waktu itu, aku memperbaiki kesalahan yang ku buat.

 Kini, aku bahagia. Siap menjalani semuanya untuk yang kedua kalinya. Suatu hari, cowok yang ku suka memberiku sebuah kado. Karena penasaran, aku segera membukanya. Isinya adalah sebuah jam tangan. 


Wah.. Dengan senang hati aku memakainya.
 Hari-hari pun berlalu, aku semakin bahagia atas perputaran waktu ini. 

Besok adalah hari Ujian kenaikan kelas , aku tidak belajar karena tentu aku sudah SMK,sehingga segalanyajadi  mudah di sini, lagi pula kalau nilaiku mencolok jadi aneh nantinya, aku tidur lebih awal.
Tidur ku waktu itu terasa sangat nyenyak .


#simpul waktu

“Kak?” terdengar suara yang sedikit samar.

 “Akhirnya dia membuka matanya,” ucap seseorang yang ada didekatku.

 Mataku terasa berat untuk melihat apa yang sedang terjadi,
 apakah karena aku tidur terlalu banyak?  Tubuhku lemas, 

sepertinya ada banyak orang di kamarku. 
Tunggu, lampu kamarku bukan seperti itu, ini di kamar kan? 
Aku bertanya, tetapi mulutku susah mengeluarkan suara.

“Ini dimana?
 Apa yang terjadi?” .
 Mataku sekarang lebih terbuka lebar, apakah ini di rumah sakit? 
Apa yang terjadi?”

“Kau mengalami kecelakaan Nak,” kata ibuku pelan.Syukurlah kau sudah sadar, istirahat dulu nak.

” Sepertinya semua keluargaku ada di sini, kecelakaan? Kapan?” 
Rasanya Otakku terlalu lemas untuk berpikir, kemudian aku tertidur lagi.

Beberapa hari berlalu, sepertinya kondisi tubuhku sudah cukup baik, aku bertanya kepada Ibuku

“Apa yang terjadi padaku Bu? 
Apa aku Kecelakaan ? kapan?”

Ibuku pun menjelaskan  

“Kemarin Jumat sore saat pulang dari kegiatan Pramuka disekolah, kamu tertabrak mobil pemadam kebakaran yang sedang terburu-buru, lukamu cukup parah, kamu pingsan hingga 3 hari, tapi sepertinya sekarang sudah cukup baik , syukurlah tidak sampai cidera otak, mungkin lusa kamu sudah bisa pulang ke rumah nak,”

Mendengar penjelasan Ibuku , aku tidak mengatakan sepatah kata pun. aku hanya bisa memegang kepalaku sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi

Apa semua itu hanya mimpi?
 Lalu bagaimana dengan perputaran waktu itu? 
Tunggu, mobil pemadam kebakaran? Rumahku?! 
Tapi sepertinya semua anggota keluarga ada di sini.

“Aah”… Aku menghela napas. Tidak usah terlalu dipikirkan, mungkin otakku sedang rusak karena kecelakaan ini. 

Dua hari kemudian aku diperbolehkan pulang, ternyata rumahku baik-baik saja. Haha mimpi yang mengerikan dan aneh pikirku, mungkin aku terlalu banyak menonton film.

Keesokan harinya pun aku sudah berangkat sekolah, sepertinya teman-teman mencemaskanku, ternyata mereka tidak seburuk yang ku kira, kenapa ya dulu aku berpikir mereka menjauhiku. 

Saat jam olah raga aku belum boleh mengikutinya, jadi aku hanya duduk sambil melihat-lihat, sepertinya mimpi yang kemarin itu menyadarkanku bahwa kehidupanku yang sekarang ini pun tidaklah terlalu buruk.

Setelah beberapa saat salah satu temanku menghampiriku, dia bertanya.

“Irma, Kurang berapa menit lagi jam olah raganya ?”

“Aku tidak tahu, kenapa bertanya kepadaku?” jawabku agak bingung.

“Lah, kan kamu pakai jam tangan,”

“Jam tangan?”
Aku kebingungan, loh kok aku punya jam tangan. Aku melihat jam yang tak ku sadari ada di tanganku.

Tunggu... ini kan, jam tangan hadiah yang ada di mimpiku.jadi Itu semua nyata??
Tamat
Banyak sekali orang yang ingin mengulang waktu untuk memperbaiki segala sesuatu di kehidupan nya , kadang mereka tak sadar bahwa waktunya itu berharga, hingga dengan santai nya mereka menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal  yang sama sekali tidak berguna .
Sadarlah!!! tiap detik yang terjadi di hidupmu itu berharga. 
karena hidup mu  ini Nyata, kau tidak hidup dalam sebuah cerita ataupun dongeng  ,dimana waktu  bisa semudah itu diulang kembali . 

Kau berhak bahagia , nikmati waktu yang telah Tuhan berikan untukmu, gunakan dengan baik semaksimal mungkin hingga tak akan ada sebuah rasa penyesalan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen

Selembar Surat Wanita jahat itu, dia masih saja begitu egois, bahkan dia masih bisa merasa senang saat suaminya meninggal. Syukurla...