Simpul
Waktu
Kalau saja dulu… kenapa aku
tidak melakukan itu saja di masa laluku dulu.
Itulah yang selalu ada di pikirkanku,
ada sebuah penyesalan. Kenapa? Karena banyak masalah semenjak aku ada di SMK ini.
Rasanya aku ingin sekali kembali ke SMP.
Sekali saja waktu itu bisa terulang.
Aku pasti bisa mengubah hal-hal untuk mencegahku terjerumus dalam masalah
seperti sekarang ini.
Aku sedang berjalan sepulang
sekolah sambil berfikir tentang masalahku. Aku memang berjalan pulang sendiri.
Tanpa teman. Teman-teman di kelasku menjauhiku. Namun aku sudah terbiasa. Jadi
aku tetap berjalan menyusuri jalanan ini. Sore hari yang melelahkan, ah..
mungkin karena lelah aku jadi mengeluh seperti ini.
Sore itu aku melihatnya
lagi, seekor kucing yang akhir-akhir ini selalu terlihat muncul di rumah kosong
itu, entah mengapa dia selalu berada di tempat yang sama saat aku melihatnya
dalam perjalanan pulang,
aku menoleh ke belakang karena terdengar suara sirine
dari arah belakang, tidak ada apa apa.
Saat ku lihat kembali kucing itu, tiba-tiba ia
berlari ke arahku, aku terkejut, dia seperti akan mencakarku. Aku melompat
menjauh menghindarinya,
tiba-tiba terdengar suara rem berdecit, setelah aku
menyadari ternyata aku sudah berada di tengah jalan, untung saja, aku hampir tertabrak mobil pemadam kebakaran.
Jantungku berdebar-debar, pengemudi mobil itu pun melanjutkan perjalanannya,
aku pun juga berjalan pulang.
Mana tadi kucing yang mengagetkanku? aku tidak melihatnya
lagi.
Belum lama aku berjalan,
aku melihat beberapa orang berkerumun membicarakan sesuatu di jalan yang
biasanya sepi ini. Aku sempat mendengarkan sedikit samar pembicaraannya saat
melintas di dekat mereka.
Aku tidak terlalu peduli, tetapi saat aku melihat
salah seorang menunjuk ke suatu arah, aku baru menyadari
“ Hah? sejak kapan aku
tidak menyadari ada asap tebal membumbung di sana? Tunggu, bukankah itu arah
rumahku?
Aku pun langsung berlari menuju rumahku. Banyak mobil pemadam kebakaran
berhenti di depan pintu masuk gang rumahku, sepertinya mobil mereka terlalu
besar untuk bisa masuk ke dalam.
Banyak orang berjejal di sana, aku pun
menerobos masuk ke gang rumahku. Perasaanku tidak karuan, entah kesialan apa
ini, rasanya mau copot jantungku.
rumahku terbakar, bukankah
keluargaku ada di dalam? Apakah mereka sudah keluar? tidak, aku tidak
melihatnya tadi di luar. Aku mendengar petugas pemadam yang berkata kepada
rekannya,
“Masih ada orang di dalam”
Aku sampai tidak bisa
bertanya kepada petugas itu, bibirku terasa bergetar, pikiranku hanya tertuju
pada keluargaku. Ibu? Kau masih di dalam?
Tanpa berpikir sama sekali
aku langsung berlari memasuki rumah yang penuh dengan kobaran api, sepertinya
petugas itu memanggilku tetapi aku tidak mendengarnya, mungkin karena pikiranku
hanya tertuju pada keluargaku.
Di dalam terasa sangat panas dan sesak, aku
menuju ruang tengah, susahnya bukan main, rasanya tubuh ini sudah ingin
menyerah. Aku tidak bisa bernapas, pandanganku kabur, ternyata aku sudah
terbaring di lantai, bukannya tadi aku sedang berlari?
Aku tidak bisa
menggerakkan tubuhku, sepertinya ini akhir hidupku, menyedihkan sekali. Bahkan
aku belum selesai dengan masalahku. Tanpa ku sadari aku sudah terpejam.
#simpul
waktu
“Kak! Kak!” sepertinya
suara adikku.
“iya!” ucapku saat mulai
membuka mata.
“Loh, malah ketiduran,
gimana sih? Ini gimana Kak caranya?” itu
suara adikku.
Apa ini? Sepertinya aku baru saja terbangun dari tidur
di sofa,
apakah kebakaran tadi cuma mimpi? Tapi terasa begitu nyata, apa
mungkin karena aku kelelahan di hari yang menyebalkan ini. Tapi apa yang sedang
ku lakukan sekarang?
Adikku berteriak lagi.
“Kak? Belum bangun ya?
Kok
cuma bengong gitu?
Gimana soal ini?
Besok tugas ini harus dikumpulkan ke Bu
Ina,
Kakak tahu kan Bu Ina itu gimana kalau soal tugas?
” Hah? Bu Ina? Bukannya itu
guru SD nya adikku?”
seketika aku menjadi bingung .
“Tugas apa Dik?
Bukannya
sudah nggak ketemu Bu Ina lagi?
Memangnya sekarang Bu Ina pindah mengajar SMP?”
“Bicara apa sih Kakak?
Lagi
ngelantur ya?
Bu Ina enggak mengajar SMP-lah, kan dia guru SD-ku, gimana sih?”
ucap adikku.
“ Loh? Tunggu, sekarang
kapan?”.
Aku berdiri tersentak, adikku sedikit takut, mungkin karena ekspresi
wajahku.
Aku melihat sekeliling, seperti orang kebingungan. Sudah ku pastikan,
setelah melihat HP dan yang lainnya sepertinya aku kembali ke masa lalu.
Sepertinya aku kembali ke
waktu aku kelas 2 SMP, aku tidak percaya.
“Apakah aku sudah mati?
Kebakaran itu nyata
kan?
Tunggu, bukankah ini yang ku inginkan?
Penyesalanku selama ini dan aku
kembali ke masa SMP ini, bukankan ini keluhanku tadi saat berjalan pulang?
Ini adalah kesempatanku!
Akan ku perbaiki
semua hal yang seharusnya ku lakukan,
aku sangat senang. aku pun kembali ke
adikku dan meminta maaf untuk tadi.
“Tadi sepertinya Kakak
terbawa mimpi aneh haha,”
Beberapa hari telah berlalu, ku jalani
saat-saat ini dengan mudah, kejadian yang terjadi pun sama seperti yang ada di
masa lalu dan ingatanku dulu.
Pelajaran pun sangat mudah karena hanya pelajaran
SMP, sepertinya aku bisa menjadi ranking 1 di sini haha, tapi akan aneh jika
itu ku lakukan.
Tak terasa semenjak
berulangnya waktu itu, aku memperbaiki kesalahan yang ku buat.
Kini, aku bahagia. Siap menjalani semuanya
untuk yang kedua kalinya. Suatu hari, cowok yang ku suka memberiku sebuah kado.
Karena penasaran, aku segera membukanya. Isinya adalah sebuah jam tangan.
Wah..
Dengan senang hati aku memakainya.
Hari-hari pun berlalu, aku semakin bahagia
atas perputaran waktu ini.
Besok adalah hari Ujian kenaikan kelas , aku tidak
belajar karena tentu aku sudah SMK,sehingga segalanyajadi mudah di sini, lagi pula kalau nilaiku
mencolok jadi aneh nantinya, aku tidur lebih awal.
Tidur ku waktu itu terasa
sangat nyenyak .
#simpul
waktu
“Kak?” terdengar suara yang
sedikit samar.
“Akhirnya dia membuka matanya,” ucap seseorang
yang ada didekatku.
Mataku terasa berat untuk melihat apa yang
sedang terjadi,
apakah karena aku tidur terlalu banyak? Tubuhku lemas,
sepertinya ada banyak orang di
kamarku.
Tunggu, lampu kamarku bukan seperti itu, ini di kamar kan?
Aku
bertanya, tetapi mulutku susah mengeluarkan suara.
“Ini dimana?
Apa yang
terjadi?” .
Mataku sekarang lebih terbuka lebar, apakah ini di rumah sakit?
Apa
yang terjadi?”
“Kau mengalami kecelakaan
Nak,” kata ibuku pelan.Syukurlah kau sudah sadar, istirahat dulu nak.
” Sepertinya semua
keluargaku ada di sini, kecelakaan? Kapan?” .
Rasanya Otakku terlalu lemas
untuk berpikir, kemudian aku tertidur lagi.
Beberapa hari berlalu,
sepertinya kondisi tubuhku sudah cukup baik, aku bertanya kepada Ibuku
“Apa yang terjadi padaku
Bu?
Apa aku Kecelakaan ? kapan?”
Ibuku pun menjelaskan
“Kemarin Jumat sore saat pulang dari kegiatan
Pramuka disekolah, kamu tertabrak mobil pemadam kebakaran yang sedang
terburu-buru, lukamu cukup parah, kamu pingsan hingga 3 hari, tapi sepertinya
sekarang sudah cukup baik , syukurlah tidak sampai cidera otak, mungkin lusa
kamu sudah bisa pulang ke rumah nak,”
Mendengar penjelasan Ibuku ,
aku tidak mengatakan sepatah kata pun. aku hanya bisa memegang kepalaku sambil
memikirkan apa yang sebenarnya terjadi
Apa semua itu hanya mimpi?
Lalu bagaimana dengan perputaran waktu itu?
Tunggu, mobil pemadam kebakaran?
Rumahku?!
Tapi sepertinya semua anggota keluarga ada di sini.
“Aah”… Aku menghela napas.
Tidak usah terlalu dipikirkan, mungkin otakku sedang rusak karena kecelakaan
ini.
Dua hari kemudian aku diperbolehkan pulang, ternyata rumahku baik-baik
saja. Haha mimpi yang mengerikan dan aneh pikirku, mungkin aku terlalu banyak
menonton film.
Keesokan harinya pun aku
sudah berangkat sekolah, sepertinya teman-teman mencemaskanku, ternyata mereka
tidak seburuk yang ku kira, kenapa ya dulu aku berpikir mereka menjauhiku.
Saat
jam olah raga aku belum boleh mengikutinya, jadi aku hanya duduk sambil
melihat-lihat, sepertinya mimpi yang kemarin itu menyadarkanku bahwa
kehidupanku yang sekarang ini pun tidaklah terlalu buruk.
Setelah beberapa saat salah
satu temanku menghampiriku, dia bertanya.
“Irma, Kurang berapa menit
lagi jam olah raganya ?”
“Aku tidak tahu, kenapa
bertanya kepadaku?” jawabku agak bingung.
“Lah, kan kamu pakai jam
tangan,”
“Jam tangan?”
Aku kebingungan, loh kok aku
punya jam tangan. Aku melihat jam yang tak ku sadari ada di tanganku.
Tunggu... ini kan, jam
tangan hadiah yang ada di mimpiku.jadi Itu semua nyata??
Tamat
Banyak sekali orang yang
ingin mengulang waktu untuk memperbaiki segala sesuatu di kehidupan nya ,
kadang mereka tak sadar bahwa waktunya itu berharga, hingga dengan santai nya
mereka menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal
yang sama sekali tidak berguna .
Sadarlah!!! tiap detik yang
terjadi di hidupmu itu berharga.
karena hidup mu ini Nyata, kau tidak hidup dalam sebuah
cerita ataupun dongeng ,dimana waktu bisa semudah itu diulang kembali .
Kau berhak
bahagia , nikmati waktu yang telah Tuhan berikan untukmu, gunakan dengan baik
semaksimal mungkin hingga tak akan ada sebuah rasa penyesalan